Menjadi Pengusaha Muda Sukses

Menjadi Pengusaha Muda Sukses

Dihari pertama mata kuliah kewirausahaan kami dikenalkan dengan dasar-dasar dari ilmu kewirausahaan. Seperti kriteria-kriteria dari kewirausahaan, belajar tentang menjadi pengusaha muda bahkan tentang potensi yang kita miliki untuk dunia bisnis. Kewirausahaan sendiri merupakan kemampuan dan skill untuk melihat peluang yang diburuhkan oleh masyarakat untuk dijadikan usaha. Untuk pelaku kewirausaahn sendiri disebut enterpreneur. Seorang enterpreneur harus dapat menghasilkan solusi dengan inovasi untuk masalah yang ada.

Agar dapat disebut makmur, sebuah negara harus memiliki minimal 2% kewirausahaan seperti negara Jepang, Inggir, Amerika dengan tingkat kewirausahaan >10% dan dapat disebut juga sebagai negara maju. Sedangkan Indonesia sendiri belum dapat dikatakan sebagai negara yang makmur karena dilihat dari tingkat kewirausahaannya yang masih mencapai angka 1,65%. Penyebab utama mayoritas penduduk Indonesia lebih memilih menjadi pekerja dibandingkan menjadi seorang enterpreneur adalah dari minset yang tertanam sejak penjajahan yang mana mereka hanya diberlakukan sebagai pekerja. Sebagai generasi muda kitapun sebenarnya bisa menjadi seorang pengusaha yang sukses karena sebenarnya anak muda seperti kita memiliki tingkat imajenasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang umurnya lebih tua dari kita dna dari situlah kita dapat menemukan ide untuk memulai sebuah bisnis. Selain memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi kitapun harus lebih memahami tentang bisnis dan bagaimana cara mengelolanya.

Salah datu tujuan kita berbisnis adalah agar kita mendapatkan keuntungan yang maksimal, untuk itu kita harus pandai dalam membuat sebuah inovasi dan lebih pintar dalam membaca pasar atau kebutuhan dari masyarakat.

Sedangkan yang dimaksud Inovasi adalah pembaharuan dari suatu sumber daya yang telah ada sebelumnya. Proses inovasi juga berkaitan erat dengan penemuan-penemuan baru baik itu dalam teknologi yang berupa discovery dan juga invention. Discovery dapat diartikan sebagai penemuan unsur yang baru, misalnya berupa alat-alat maupun ide yang ditemukan oleh individu atau oleh suatu kelompok. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai discovery yang telah diakui oleh masyarakat, lalu diterapkannya penemuan tersebut.

Tujuan Inovasi

Terdapat beberapa tujuan dari inovasi, diantaranya:
a. Untuk meningkatkan kualitas
Umumnya tujuan inovasi yaitu untuk meningkatkan kualitas terhadap produk atau pelayanan yang sudah ada sebelumnya, sehingga bisa di dapatkan keunggulan dan manfaat yang lebih baik lagi.

b. Untuk mengurangi biaya tenaga kerja
Inovasi juga dapat mengurangi biaya tenaga kerja, misalnya saat menproduksi suatu produk sebelumnya menggunakan tenaga manusia tapi dengan berinovasi sekarang banyak di temukan teknologi yang canggih lalu ditemukan-lah mesin-mesin untuk melakukan proses produksi. Dengan mesin-mesin tersebut maka penggunaan tenaga manusia dalam bekerja dalam pekerjaan semakin dikurangi, dengan alasan jika menggunakan mesin akan lebih hemat biaya dan lebih cepat.


c. Untuk menciptakan pasar baru
Lalu tujuan yang lainnya untuk menciptakan pasar yang baru, karena dengan berinovasi seseorang dapat membuka atau memulai bisnis yang baru.

d. Untuk memperluas jangkauan produk
Inovasi juga dapat memperluas jangkauan suatu produk, Itupun jika produk tersebut memang sangat di perlukan oleh konsumen dan tentunya bermanfaat banyak.

e. Untuk mengurangi kerusakan lingkungan hidup
Dengan berinovasi, manusia dapat mengurangi kerusakan lingkungan misalnya jika manusia bisanya menggunakan bahan bakar fosil untuk menyalakan mesin atau lain-lain, maka sekarang sudah banyak yang menggunakan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sehingga polusi udara-pun berkurang.

f. Untuk mengganti produk atau pelayanan yang telah ada
Misalnya perusahaan yang menproduksi kendaraan bermotor, mereka akan produk yang sama ataupun produk lain dengan fitur-fitur yang baru dari produk sebelumnya. Dapat dilihat sekarang misalnya produk kendaraan bermotor, semakin berkembangnya jaman maka mengalami perubahan misalnya membutuhkan konsumsi bahan bakar yang sedikit untuk menempuh jarak tertentu dan semakin ramah lingkungan.

g. Untuk mengurangi konsumsi penggunaan energi
Dengan berinovasi manusia dapat semakin menghemat konsumsi energi. Misalnya seperti pada bola lampu, banyak bola lampu yang mengkonsumsi energi sangat sedikit tapi memiliki manfaat yang lebih baik dari bola lampu yang sebelumnya.

h. Untuk menyesuaikan diri dengan peraturan
Ada kalanya perusahaan berinovasi karena tuntutan suatu peraturan yang ada pada suatu tempat atau negara.

Banyak pengusaha muda sukses yang menitih kariernya dari bawah. Seperti Diajeng Lestari CEO dari Hijup.com. Nama HijUp.com kini semakin populer sebagai toko online yang menjual produk-produk muslimah. Awalnya, seorang Diajeng Lestari adalah seorang ibu rumah tangga. Dia lahir di Bekasi pada 17 Januari 1986. Saat ini omzet dari HijUp.com berkisar antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar perbulannya.

Meski bisnis online yang dirintisnya baru seumur jagung, namun perempuan yang akrab dipanggil Ajeng ini mampu meluluhkan hati konsumen lokal dan mancanegara. 20% pembeli busana muslim di Hij-Up berasal dari mancanegara, seperti Malaysia, Singapura, serta Timur Tengah.


Hasil gambar untuk cerita singkat diajeng lestari


Pengalaman bisnis Diajeng Lestari

Pengalaman Ajeng (panggilan akrab Diajeng Lestari) berbisnis sudah terlatih sejak dirinya masih kecil. “Waktu kelas empat SD, saya membuat cincin dari kabel-kabel telepon bekas di gudang dan saya jual ke teman,” tutur dia.  Ajeng awalnya juga memasarkan produk gantungan kunci kreasi sang kakak. Dan dari situlah Ajeng sering mendapat order gantungan kunci dalam jumlah yang besar.

Pada saat mengenyam pendidikan di SMP dan SMA, Ajeng tidak berjualan. Kemudian pada tahun 2004, perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang telekomunikasi bangkrut. “Ketika ekonomi keluarga hancur dan adik-adik masih banyak, saya berusaha mencari tambahan,” ujar anak ketiga dari delapan bersaudara ini.

Semenjak itulah, Ajeng kemudian mencari penghasilan tambahan dari berjualan kue, jilbab, mengajar privat dan bimbingan belajar, hingga bekerja freelance sebagai interviewer.

Setelah lulus kuliah Jurusan Ilmu Politik di Universitas Indonesia, Ajeng bekerja di perusahaan marketing research. Setelah menikah, Ajeng justry memutuskan untuk berhenti bekerja. Dia pun akhirnya menjadi seorang ibu rumah tangga seperti kebanyakan wanita.

Dengan alasan untuk aktualisasi diri, Ajeng pun mencoba untuk berbisnis. Waktu itu busana muslim merupakan lahan bisnis yang dipilihnya. Ajeng menilai, bisnis busana muslim sangat potensial. Maklum, Indonesia memiliki penduduk mayoritas muslim.

Ajeng juga memiliki mimpi bahwa produk fesyen bikinan kita bisa sejajar dengan produksi luar negeri. “Saya diskusi dengan suami mengenai mimpi ini dan bagaimana implementasinya dalam bisnis,” ujar istri dari Achmad Zaky Syaifudin ini.

Dari obrolan dengan suami, Ajeng memutuskan untuk menjadi agen perubahan di dunia Islamic fashion. Ajeng pun melakukan penelitian kecil dan wawancara dengan beberapa orang yang pernah berbisnis serupa. Setelah melakukan serangkaian riset dan persiapan, Ajeng pun memutuskan untuk membuat katalog fashion online.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dimas Anggara

Aku mencari suami bukan pacar